Islam dan Ilmu

Tampilkan postingan dengan label Islam dan Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam dan Ilmu. Tampilkan semua postingan

Ilmu Tauhid : Manfaat dan bahayanya





Mempelajari ilmu tauhid bagi setiap muslim sangatlah penting dan krusial, tidak hanya penting dan krusial , namun mempelajarinya walau hanya sekedar memahami itu adalah Fardhu ‘Ain bagi setiap orang muslim yang mukallaf. Jadi tidak hanya penting, tetapi harus karena jika kita mempelajari ilmu tauhid maka secara otomatis kita akan semakin mengenal Allah dan semakin dekat kepada-Nya.

Tauhid sendiri dalam Bahasa berarti menjadikan sesuatu menjadi satu dan dalam istilah berarti “suatu ilmu yang dibahas di dalamnya tentang menetapkan aqidah-aqidah agama yang diperoleh dari dalil-dalil keyakinan yang terperinci dan qad’i”, karena ilmu tauhid adalah seperti yang telah disebutkan diatas maka jika kita mempelajarinya maka pemahaman kita terhadap akidah-akidah agama akan semakin bertambah.

Ilmu Tauhid yang telah dikodifikasikan oleh para ulama’ seperti Imam Abul Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi ini sangatlah penting bagi kita ummat muslim yang Mukallaf untuk mempelajarinya serta kemudian mengamalkannya. Ilmu ini sangatlah penting karena jika seorang muslim tidak mempelajari ilmu tauhid maka  keyakinannya terhadap Allah harus dipertanyakan, karena orang yang tidak belajar ilmu tauhid ini besar kemungkinannya bahwa keyakinan mereka keliru atau bahkan sesat dan lebih berbahaya lagi jikalau dia juga menyebarkan pemahaman yang salah itu kepada orang lain dan hal itu disebabkan oleh pengetahuan yang ia ketahui dari ilmu tauhid sangat minim karena tidak mempelajarinya.

Kita sebagai ummat islam diharuskan mempelajari ilmu tauhid agar kita ini terhindar daripada bahaya kebodohan dan ketidaktahuan di dalam bidang keyakinan, karena dalam masalah keyakinan ini sangatlah fatal akibatnya jika salah dan akibatnya tidak hanya di dunia , tetapi juga di akhirat.
Dijelaskan di dalam Kitab Sullamut Taufiq bahwa masalah I’tiqod atau keyakinan ini sangat fatal penting kenapa?? Karena salah satunya adalah jikalau kita salah dalam berkeyakinan atau keliru maka ada kemungkinan kalua kita bisa keluar dari agama islam dalam keadaan kita tidak mengetahui kalu kita telah keluar dari agama islam, Bagaimana hal itu bisa terjadi?? Nah.. hal ini tentu disebakan ia tidak mempelajari ilmu tauhid dengan benar.

Bahaya dari tidak mempelajari ilmu tauhid seperti yang dituliskan di atas tersebut hanyalah sebagian kecil contoh dari banyaknya bahaya orang yang tidak mempelajari ilmu tauhid, berikut ini salah satu contoh lainnya, orang yang mempelajari ilmu tauhid maka dia akan mengenal Allah dan sebaliknya orang yang tidak mempelajari ilmu tauhid tidak akan mengenal Allah dan orang yang tidak ma’rifat kepada Allah bagaimana caranya ia dapat beribadah kepada Allah, sementara dia tidak mengenal Allah dan tidak memiliki keyakinan yang tetap terhadap Allah, maka amal yang ia lakukan , amal yang ia kerjakan tidak akan menjadi penolong baginya, hanya akan menjadi sia-sia belaka.

Jadi begitulah penjelasan tentang pentingnya mempelajari ilmu tauhid dan bahaya meninggalkannya secara ringkas dan umum dan tulisan ini ditulis atas sumber bacaan antara lain kitab Sullamut Taufiq, Jawahiru kalamiyyah, serta kitab-kitab lain.



Niat Kita Sebagai Penuntut Ilmu





Kita sebagai penuntut ilmu harus selalu mengingat dan memperbaiki satu hal yaitu adalah niat, niat kita dalam menuntut ilmu harus selalu kita perhatikan karena seperti yang Rasulullah SAW sabdakan “innamal a’malu binniyyat” segala amalan itu tergantung pada niatnya, jadi dalam melakukan sesuatu dan lebih terkhusus dalam menuntut ilmu kita harus selalu memperhatikan niat kita karena kalau niat kita salah maka amal yang dilakukan akan salah jadi niat dalam menuntut ilmu sangatlah krusial dalam kehidupan kita.

Jadi jika kita ingin membenarkan niat kita bagaimanakah niat yang benar dalam menuntut ilmu? Imam Zarnuji dalam kitabnya Ta’limul Muta’lim menyantumkan tentang hal ini yaitu niat kita dalam menuntut ilmu yang paling utama adalah niat menuntut ilmu karena Allah semata dan bukan karena hal lain ,akan tetapi bukan berarti kita tidak boleh memiliki niat lain, Imam Zarnuji juga menuliskan bahwa kita juga boleh berniat yang lain tentu saja niat yang baik seperti menghilangkan kebodohan dari diri sendiri juga dari orang lain dan agar kita bisa mendapatkan negeri akhirat (surga) akan tetapi tetap menjadikan niat untuk mendapatkan ridho Allah sebagai niat yang utama.

Kita telah tahu bagaimana niat yang baik dan benar dalam menuntut ilmu, maka kita harus senantiasa menjaga niat kita dalam menuntut llmu karena godaan seorang penuntut ilmu sangatlah berat dan banyak sampai Imam Al-Ghazali memperingatkan para penuntut ilmu dalam kitabnya Bidayatul Hidayah bahwa jikalau niat kita dalam menuntut ilmu adalah untuk berlomba-lomba, untuk membuat kita menjadi nomor satu, untuk memalingkan pandangan manusia kepada diri kita, untuk mengumpulkan materi dunia maka kita sama saja kita menjual akhirat kita dengan dunia dan kita akan sangatlah rugi.

Jadi niat dalam menuntut ilmu sangatlah penting dan harus selalu diperhatikan dan diluruskan karena kita harus selalu menjaga niat kita dari penyakit hati seperti sombong, riya’, sum’ah,ujub, dll. Karena niat seperti itu akan sangat merugikan kita dan jika kita tidak ingin rugi maka niatkan dalam menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan ridha Allah semata.